Setiap orang memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu. Tetapi mungkin mereka tidak tahu bahwa diperlukan dedikasi dan kedisiplinan untuk melakukan sesuatu. Jika kita mempunyai keinginan, maka kita harus menyatukan keinginan tersebut dengan dedikasi kita, menyatukan keinginan tersebut dengan kedisiplinan.
Apa yang kita inginkan saat ini tidak
mungkin langsung terjadi. Kita harus memahami prosesnya. Yang sering kali terjadi adalah kita
menetapkan tujuan, tujuan yang besar, tujuan yang tinggi, seperti anak tangga
yang besar dan menjulang tinggi. Dan kita siap untuk menaikinya satu per satu. Lalu tiba-tiba terdengar bisikan dari diri
kita sendiri,”Tidak mungkin aku bisa menaiki tangga sebesar dan setinggi ini,
terlalu sulit dan terlalu banyak usaha yang dibutuhkan.” Akhirnya kita berbalik
arah meninggalkan tangga tersebut dan tidak pernah memulainya. Ketika kita
benar-benar mulai memanjat, 1 langkah di tangga yang paling dasar, terdengar
juga bisikan dari diri kita,”Aduh, masih tinggi dan masih jauh dari puncaknya,
aku tidak yakin bisa sampai disana.” Dan cukuplah sampai disitu saja kita
melangkah. Tetapi apabila kita mengabaikan bisikan tersebut dan hanya melihat
anak tangga pertama dan melakukan langkah pertama itu, tanpa melihat keatas,
maka kita akan dihadapkan pada anak tangga berikutnya. Ambil langkah kedua
tanpa melihat keatas lagi, maka kita dihadapkan pada anak tangga berikutnya,
dan begitu seterusnya. Tanpa kita sadari berapa banyak halangan dan rintangan
yang telah kita lalui, yang telah menguatkan kita, telah membawa kita pada
puncak tangga.
Anda harus memahami bahwa itu tidak akan
mudah. Kebanyakan orang menginginkannya dengan kemudahan dan tanpa
ketidaknyamanan. Yang sering kita lakukan adalah kita merasa terlalu berat atau
merasa takut, atau karena kita meragukan diri kita sendiri. Yang akhirnya
membuat kita selalu berada di zona
nyaman. Yang tanpa kita sadari, keputusan seperti tidak bangun tidur lebih
awal, tidak makan makanan yang bergizi, tidak mengutarakan pendapat saat
meeting, bahkan tidak mencari pekerjaan; keputusan – keputusan kecil seperti
itu bisa membawa kita jauh terperosok hingga akhirnya suatu hari kita berdiri
didepan cermin dan berkata,” Kenapa aku hanya begini-begini aja ?”. Alasannya
karena kita terlalu nyaman, terlalu terikat dengan diri kita yang saat ini.
Setiap orang yang pernah melakukan sesuatu yang berharga, atau sesuatu yang
sulit, sesuatu yang luar biasa, entah itu musisi ternama, bintang film
terkenal, pemilik perusahaan ternama atau siapapun itu pasti menghadapi
kesulitan. Tidak ada jalan yang mudah. Tidak pernah ada. Tidak mungkin.
Semua orang mempunyai masalah. Ketika kita
bertanya kenapa orang lain bisa sukses dan saya tidak dan ketika kita menyerah
dan melarikan diri, itu bahaya. Setiap orang memiliki jalan yang sulit. Kita
harus memiliki kepercayaan pada diri sendiri, keyakinan akan diri sendiri.
Keyakinan yang bukan sekedar yakin bahwa segala sesuatunya akan baik-baik saja,
akan lancar-lancar saja, tetapi juga keyakinan jika sesuatu tidak berjalan
dengan baik, tidak berjalan dengan lancar dan sesuatu yang ternyata tidak
seperti yang kita inginkan, kita tetap akan baik-baik saja.
Kita semua melewati masa-masa sulit,
mengalami depresi, melewati saat-saat dimana kita merasakan keraguan dalam
hidup kita. Itulah yang membuat kita menjadi seseorang. Dan masa-masa sulit
itulah yang membangun karakter kita.
Jika kita tidak memaksakan diri, kita
tidak akan menemukan batasan dalam diri kita sendiri, tidak akan pernah jatuh
dan tidak akan menjadi lebih baik dari diri kita yang sekarang. Tidak peduli
seberapa berbakatnya diri seseorang, tidak peduli seberapa banyak
pengalamannya, tidak peduli seberapa istimewanya seseorang, kita bisa
mengalahkan siapa pun dalam hal apapun. Kita dapat mencapai tujuan apa pun yang
kita inginkan.
Jika kita lebih konsisten daripada orang
lain, kita akan memenangkan setiap perlombaan yang kita ikuti. Jauh di dalam
lubuk hati, kita tahu akan menjadi seperti apa kita nantinya. Jika kita ingin
menghasilkan biji atau benih yang bagus, kita harus berpikir sebagai pohonnya,
bukan biji nya. Kita harus berpikir seperti orang yang kita inginkan. Pada
setiap biji atau benih ada pohon didalamnya, dan keberhasilan pohon itu untuk
bisa tumbuh baik atau tidak, tergantung dari benihnya. Akan menjadi seperti apa
diri kita nantinya, sudah ada didalam diri kita saat ini. Dan kesuksesan kita
tergantung dari dalam diri kita.
Kita semua tahu bahwa salah satu tanggung
jawab kita dalam hidup ini adalah untuk mencari tahu siapa diri kita ini. Kita
tidak dilahirkan hanya untuk mencari sesuap nasi, mempertahankan pekerjaan,
mempertahankan jabatan, pensiun dan kemudian meninggal. Kita dilahirkan dengan
talenta untuk menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik. Banyak dari kita tidak
dilahirkan dan dibesarkan dalam keadaan yang ideal untuk mempersiapkan kita
tumbuh berkembang. Kita tidak diposisikan di tempat yang kita butuhkan untuk
mencapai keinginan kita. Sukses untuk kedepan adalah dengan membuat langkah
lain memenuhi tujuan dalam hidup kita. Tidak ada yang bisa memberitahu kita apa
yang mampu kita lakukan. Kita sendiri satu-satunnya yang tahu itu. Bekerjalah
sesuai potensi dan bukan hanya seperempat saja.
Earl Nightingale berkata bahwa jika kita
menghabiskan 1 jam untuk mempelajari bidang yang kita pilih, kita akan menjadi
seorang yang benar-benar menguasai bidang itu dalam 3 tahun, menjadi ahli
nasional dalam 5 tahun, dan dalam 7 tahun akan bisa menjadi salah seorang yang
terbaik di dunia di bidang itu.(pic) Jika
kita fokus melakukan itu, kita tidak hanya akan mengubah hidup kita, tapi juga
sekitaran kita, bahkan akan bisa mengubah dunia kita sekarang. Cari tahulah
bagaimana kita bisa pintar, bukan hanya
seberapa lebih pintar dari orang lain, tetapi juga dengan cara apa kita menjadi
pintar, tahu apa yang kita pedulikan, nilai-nilai apa yang memotivasi kita,
gaya dan perilaku kita,pola dalam pilihan kita, sehingga kita akan terus
belajar semakin banyak tentang bagaimana rasanya menjadi diri kita sehingga
kita dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik.
Jika kita tidak memposisikan diri sendiri,
kita akan melewatkan waktu terbaik dalam hidup kita. Kita tidak menggunakan
hidup kita, waktu kita, energi kita untuk usaha yang terbaik dan terbesar dari
diri kita. Kita merindukan hidup kita, tujuan kita, hasrat kita, kegembiraan
dan kebahagiaan kita, antusiasme kita, maka kita tanyakan diri kita,”Aku ingin
jadi orang seperti apa dan melakukan hal-hal apa?”. Jika kita ingin sukses
dalam hidup, jangan mencari kesuksesan. Kita harus berusaha jadi orang yang
bernilai, membuat diri kita berharga. Pikiran seorang juara adalah pengejaran
tanpa henti untuk selalu menang, selalu menaklukkan, selalu memikirkan apa yang
harus dilakukan selanjutnya. Itu semua ditanamkan dalam diri kita.
Berhentilah beralasan, jangan lagi berkata
tidak punya uang, tidak punya waktu, karyawan kita tidak memadai, teknologi
kita kalah dan lainnya, itu semua omong kosong. Itu semua karena kita tidak
berkomitmen pada diri kita sendiri. Jika kita ingin menguasai suatu pulau,
bakarlah perahunya, dan ketika pilihan kita hanya mati atau berhasil, maka kita
akan cenderung berhasil. Tetapi kebanyakan dari kita sering memberi
jalan keluar bagi diri sendiri dengan berbagai alasan, dan itulah cara kita
tidak memiliki apa yang kita inginkan.
Perubahan di dunia ini akan terjadi dan
sedang terjadi dengan atau tanpa kita. Waktu akan terus bergerak dengan atau
tanpa kita. Setiap orang harus berurusan dengan waktu dan perubahan. Mari kita
mulai dari 1 perubahan kecil dan tentunya orang lain akan mengubah cara mereka
memandang kita. Ketika kita merespon kehidupan kita, kehidupan akan mulai
merespon kita. Kita bisa melakukannya pada gaya hidup kita, pada karier kita, pada sisi
manapun dalam hidup kita.
Apa impian kita? Impian adalah hadiah yang
paling berharga. Kita bisa memberikannya untuk diri kita sendiri. Banyak orang
diluar sana
yang akan mencoba mencurinya dari hidup kita. Kita perlu membangun impian itu.
Dengan pencapaian kecil dalam waktu yang lama, dengan satu langkah kecil untuk
membangunnya dan tiba-tiba kita akan mulai melihat banyak hal berubah disekitar
kita.
Impian kita hanyalah impian sampai kita
memiliki rencana. Kita dapat memimpikan
jenis kehidupan yang kita inginkan, jenis perubahan yang kita inginkan, masa
depan yang kita inginkan. Tetapi itu semua sampai kita bangun dan mulai merencanakan
untuk bisa sampai ke sana
atau itu semua akan menjadi hanyalah mimpi.
Jika ada diantara kita yang suka begadang
dan bangun kesiangan serta terlambat bekerja, mungkin bisa dimulai dengan
sedikit perubahan jam tidur. Setengah jam lebih awal dari biasanya. Pada
waktunya nanti, kita akan sadari bahwa kita bisa lompat dari tempat tidur lebih
awal dengan suasana hati yang lebih baik yang akan membuat hari-hari kita lebih
baik juga dan kita akan menyelesaikan lebih banyak hal. Semuanya dimulai dengan
membuat 1 perubahan kecil. Dan jika kita punya tekad, dapatkah kita
melakukannya?ya atau tidak?
Ketika kita bangun besok pagi, bersiaplah
untuk hari itu dan ingatkan diri kita bahwa kita adalah seseorang, bahwa kita
penting, bahwa kita memiliki nilai. Dan kita dapat membuat perubahan yang akan
membawa kita lebih dekat dengan masa depan kita, dengan impian kita.
Satu satunya kunci adalah perencanaan.
Jika tidak memiliki rencana, maka tidak memiliki perlindungan. Sebuah rencana
akan memberitahu apa yang ingin dilakukan dan apa yang tidak ingin dilakukan,
apa yang harus dan tidak harus dilakukan. Semoga perjalanan kita di dunia ini
akan indah dengan memiliki rencana yang jelas.










