Nah, tahukah kita apa yang menjadi
penyebabnya?
Coba pikirkan apa yang membedakan ketika
seseorang mengambil tindakan atau tidak?
Jawabnya KEPASTIAN dan KEYAKINAN.
Ketika seseorang benar-benar percaya
dengan penuh keyakinan, ketika kita benar-benar yakin bahwa “jika saya
melakukan ini, saya akan mendapatkan hasil itu, dan hasil itu akan mengubah
hidup saya.” Maka, kita akan melakukannya bukan ? karena itu yang akan membuat
orang berhasil dan sukses.
Sebaliknya, ketika kita berpikir bahwa hal
itu tidak akan berhasil, maka kita tidak akan pernah melakukannya. Ketika
berada ditengah keragu-raguan atau ketidakyakinan bahwa itu akan berhasil, maka
itulah yang membuat orang gagal.
Jadi, jika menurut kita itu adalah suatu
keharusan, kita harus membuatnya berhasil. Jika hal itu bukan suatu keharusan
bagi kita dan kita tidak yakin, maka kita tidak tahu apa yang harus kita
lakukan.
Apa yang membedakan saat orang melakukan
sesuatu atau tidak? Bagaimana orang melakukan sesuatu yang belum pernah
dilakukannya ? Itu semua terpola, seperti akar kepercayaan atau akar momentum.
Seperti mengapa orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin. Dan
perbedaannya adalah POLA PIKIR.
Tahukah anda bahwa ada orang yang bisa
berlari sejauh 1,6 km dalam waktu 4 menit ? Dia adalah Roger Bennister, yang
tidak hanya berlatih fisik saja, tetapi juga merubah pola pikirnya. Ketika pola
pikirnya mempercayai bahwa dia bisa, maka secara fisik dia berhasil memecahkan
rekor untuk pertama kali. Setelahnya, beberapa atlet lain juga sanggup
melakukannya, bahkan memecahkan rekor baru.
Lalu bagaimana pola pikir itu dibentuk?
Hal pertama yang menentukan apakah kita
dapat melakukan sesuatu atau tidak adalah KEYAKINAN akan POTENSI kita. Seperti
yang kita semua ketahui bahwa potensi manusia itu luar biasa dan tidak
terbatas. Manusia dapat melakukan apapun yang diinginkannya. Potensi itu nyata
adanya. Tapi, apakah potensi itu akan digunakan atau tidak, apakah kita yakin
dengan potensi kita atau tidak, sangat berpengaruh terhadap TINDAKAN apa yang akan
diambil. Walaupun kita mempunyai potensi yang tidak terbatas tapi kita tidak
mengambil tindakan, maka tidak akan mendapatkan hasil. Jadi, tindakan
menentukan HASIL yang akan kita dapatkan. Ironisnya, hasil itu akan
mempengaruhi KEYAKINAN kita. Dan keyakinan itu mempengaruhi potensi kita.
Sebagai contoh, jika kita percaya dan
yakin bahwa potensi yang ada kecil atau sedikit, maka apa yang kita lakukan?
Tidak ada atau melakukan dengan sedikit usaha saja. Dan ketika kita menggunakan
sedikit POTENSI dengan sedikit TINDAKAN, maka HASIL yang didapat juga sedikit
(bahkan buruk), dan ketika kita mendapatkan hasil yang sedikit, KEYAKINAN kita
akan semakin berkurang (semakin tidak yakin), seperti yang sering kita
dengar,”Tu khan, aku sudah bilang kalau aku gak bisa, ujung-ujungnya juga gagal
khan”.
Dengan terus berputarnya pola tersebut,
bayangkan apa yang akan terjadi bila kita semakin tidak punya keyakinan? Tentu
saja akan terperosok semakin dalam.
Dan coba bayangkan apa yang akan terjadi
bila kita punya keyakinan yang besar? Misal kita yakin dalam 1 bulan outlet
kita bisa mendapat omset 1 juta dan itu terjadi, maka kita akan semakin yakin
kalau bulan berikutnya kita bisa mendapat omset 2 juta, lalu 3 juta, lalu 4
juta dan seterusnya…..dan dengan berjalannya waktu kita bisa mendapat omset
puluhan juta dalam 1 bulan.
Itulah mengapa yang kaya semakin kaya dan
yang miskin semakin miskin.



0 comments:
Posting Komentar